Skip to main content

Manjat Di Ciampea

Start:     Aug 25, '08 11:00a
End:     Aug 25, '10
Bareng JPers mao manjat di Tebing Ciampea Bogor
tanggal 30-31 Agustus ini. Lumayan. sebelum puasa menjelang, ngelatih kesabaran dan bersilaturahmi dengan semua orang
meet you there bro!!

Comments

  1. Gw gak ikut... pas akhir bulan banyak kerjaan hwaaaa...

    ReplyDelete
  2. ga ada duit....hiks..hikss, padahal dah lama ga manjat2 di tebing lagi... beliin kaosnya aja dah..hahaha

    ReplyDelete
  3. yaa elahh!!!
    gw ja nggak beli kaos...pede aja bro...rief masa nggak brangkat...minggu kek'

    ReplyDelete
  4. Gw rencana minggu pagi jalan keciampea...cuma pengen liat loe manjat bro...hhehehehe

    ReplyDelete
  5. si arip mah alesan aja.. banyak kerjaan tapi tiba2 ntar nongol di gunung mana gitu...

    ReplyDelete
  6. kang danis gak brani manjat pastinya...hehhe...takut tebingnya roboh..wataww!!

    ReplyDelete
  7. emang...arif mah selalu ajaib!!..lw mo ke mana lagi seeh? kurang kmaren mabok debu di merapi.??

    ReplyDelete
  8. buahahahahhaa...dasarrrr..!!!! awas loe yeeee..ntar gw belay gw pantengin di tebing lho..!!!! hahahahahaa...

    ReplyDelete
  9. wah asiknya bisa manjat2 tebing, pasti mas boim mo ikutan audisi jadi bintang pelem "spiderman" yach....
    salam kenal mas boim.....

    ReplyDelete
  10. ih, dasar pendaki sumatra...dah ga level ya sama yang di jawa??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lelaki : Menjadi

bicara engkau tentang gelisah yang dua tiga pekan ini membuncah saat malam sepi, tangismu pecah antara hujan dan petir yang turun tergesa-gesa sudah, bersabarlah, tenanglah .. lupakan semua hari kemarin kesini datang dalam dekapku kita mengembara meski hanya otak dan khayal bmkr/0413

Lelaki : Mempertanyakan Cinta

photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan Edisi Dari Pantai ke Pantai Dari susur pantai Nature Trekker Indonesia – Pamengpeuk –Papandayan Oleh : Boim Akar Angin pagi berhembus dengan lembut. Membelai wajah yang masih lusuh, karena perjalanan panjang dari Jakarta. Kami sudah hampir sampai. Subuh baru saja lewat. Semburat keemasan perlahan membias diufuk timur. Terhalang bongkahan bukit yang berdiri kokoh. Kabut tipis menari nari berkejaran dengan burung-burung yang memulai peruntungan mengadu nasib ini hari. Kampung ini begitu tenang. Jalur perlintasan antara kota Garu yang sudah kami lewati beberapa waktu sebelum azan subuh berkumandang, dengan Pamungpeuk, sebuah kabupaten di sebelah selatan kota Garut. Semuanya nampak indah. Hijau membentang dengan sangat leluasa. Hembusan angin begitu bermakna disini. Beberapa mobil besar mengangkut hasil bumi yang akan dijual ke kota. Maksudnya Garut. Yah, mereka menyebutnya dengan kota saja. Karena keberadaan mereka yang jauh di pelosok. Mobil bus tiga pere...