photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...
suatu saat akan berguna kok im sabar im sesibuk apapun kawan kamu memaklumi keadaanmu kok hehhehehhe sing sabar IM
ReplyDeleteEmang ktua yg egois! Lha lo malah k mrapi! Piye tokh!
ReplyDeletehee..begitulah, saya sungguh terlalu sama meraka..tp sukur mereka bisa survive
ReplyDeleteke merapi karena gw ada kerjaan juga non!! weeekkk!!
ReplyDeletengeles mode on
Kerjaan apaan? Jalan2 treking, camping, kliling malioboro, mampir kraton? Yup kerja keras ya?
ReplyDeletewaduh!! suudzon aja seeh non...gw harus ngambil stok foto...weeekk!! kan bs skalian jalan2...puas kan lww??
ReplyDeleteoleh-oleh bwat gw mana?? ... dah abis muter2 jogja juga!!
Stok foto narsis!
ReplyDelete