Skip to main content

Lelaki; Menemukan mu



Sebuah pantai. Deretan nyiur tak henti diterpa angin. Gugusan karang membentuk dinding tinggi mencakar langit. Meski udara panas menyengat, hembusan angin laut, berbau garam dan lengket yang menerjang, nyatanya sanggup meredam energi bakar matahari. Kerang-kerang mati yang terdampar seretan ombak kepantai, menjamur, berserak seperti tak berguna. Tapi lihat lagi dengan baik. Warna-warna memikat dan bentuk lucu, bisa dibuat aneka rupa sesuka hati.

Kita bergandeng tangan. Menyambut debur ombak yang tinggi. Beberapa percik masuk ke mata. Beberapa lagi tertelan. Saya meludah berkali-kali. Mengusir asin yang terus merengsak masuk dalam tenggorokan. Mengucek mata  yang berkali-kali mengerjap mengusir perih. Baju yang basah, dingin membungkus. Namun hati kita seolah hangat. Menjalar energi yang disaring dari ultraviolet, menelusup lewaat tangan kita yang bergandengan.

Saya, berasa memasuki dunia yang sudah begitu lama terlupa. Mimpipun, saya tidak pernah untuk menggandeng tanganmu, membelai ujung jemarimu. Mendekap mu erat. Semuanya seperti dunia yang tidak pernah saya jelajahi. Ini bukan bingung. Ini bukan perasaan tidak menentu. Saya hanya lupa, kapan terakhir kali saya memasuki dunia seperti ini. Terlalu lama memenjara perasaan yang tidak pernah saya tau ujung dan pangkal.

Kamu yang menemukan aku melayang seorang diri diangkasakah? Atau saya yang menemukanmu, terombang ambing dalam hiruk pikuk dunia penuh cahaya? Atau bisa jadi kita dipertemukan dalam prosesi yang kita sendiri tidak pernah mengerti asal muasalnya? Misteri yang terus membungkus dari semua keganjilan perasaan.  Kita dipertemukan oleh tulus yang tidak pernah tereja. Semuanya sudah menjadi lagu, jauh sebelum kita menuliskan nada dan syairnya. Saya berbahagia (bmkr/1011)

Comments

Popular posts from this blog

Gede Via Gn. Putri With Pundee

Sudah lupa ini pendakian ke berapa! Tapi saya tetap menyukai gunung Gede dengan segala macam tetek bengeknya. Menyukai tanjakan-tanjakan akarnya sumpah serapah menapaki tangga-tangga sepanjang jalur putri Hutannya yang lebat Licin tanahnya Batuannya Edelweisnya Surya Kencana yang membentang Angin badainya yang menciutkan nyali Puncaknya yang berkabut bau tanah sehabis hujan rumputan yang mengering arbei teman membuat jeli atau saya hanya menyukai diri sendiri! 18-19 Oktober..bersama rekan-rekan dari Pundee, Mendaki jalur Putri untuk mencapai Surya Kencana dan Puncak Gunung Gede. Meski cuaca pada awalnya Bagus..namun, ternyata kabut tebal dan angin kencang menerpa sepanjang hari. Bersukur masih bisa menyaksikan bintang-bintang berkedip memberi salam! Bravo! thanks to Allah SWT, Tuhanku yang selalu mejaga perjalananku! Rasulku untuk teladan mu selalu Emak, yang sabar punya 2 anak yang hobinya kelayaban! Om Pur untuk kesempatannya mendaki bersama rombongan kantor Tante Inung -- yang bayar...

I'm Working Tonight, Darling!!

I'm working tonight, darling! Still! Sorry for not calling you, lately photo taken by : eko eko_purnomo18@yahoo.com

Masjid Atta'Awun Puncak

Dari gunung mas, Puncak, Jawa Barat, Masjid ini adalah simbol ketaatan dan saksi segala kemaksiatan yang terjadi di daerah puncak...