Skip to main content

JPers In Action




Ini foto bebrapa JPers yang sempet gw jepret. Nuansanya Tembok dan Pagar..
entah. gw suka aja ama yang namanya benda datar dan persepektif ini.
Yang laennya iseng diambil

Comments

  1. Keren..! Apa lagi foto seorang pemuda yg pake topi dan tas kecil itu. Dia keren bener..! Sumpah, gw ngga bohong..

    ReplyDelete
  2. heran...kenapa photo itu jadi enak di liat yak?
    padahal nggak niat ngambilnya

    ReplyDelete
  3. halah!!
    bukan potonya yang keren....tp...yang motret!! heheh

    ReplyDelete
  4. bule "kang becaknya, 2 puteran berapa?"
    becak "seep! 5 rebu dah..."

    ReplyDelete
  5. ajibbbbb... natural banget sih gayanya..!!
    btw, ini sapa bang??

    ReplyDelete
  6. ajibbbbb.... natural banget gayanya..!!
    BTW, ni sapa bang??

    ReplyDelete
  7. wakakakak!! natural sekali..sampe nggak bisa bedain, ini orang ato patung lilin

    ReplyDelete
  8. mana foto yang di bawah tulisan "SARKEM" ??

    ReplyDelete
  9. halah inget aja !!
    tar gw kasih....harus bilang dulu sama si Belalang Arief

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lelaki : Menjadi

bicara engkau tentang gelisah yang dua tiga pekan ini membuncah saat malam sepi, tangismu pecah antara hujan dan petir yang turun tergesa-gesa sudah, bersabarlah, tenanglah .. lupakan semua hari kemarin kesini datang dalam dekapku kita mengembara meski hanya otak dan khayal bmkr/0413

Lelaki : Mempertanyakan Cinta

photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan Edisi Dari Pantai ke Pantai Dari susur pantai Nature Trekker Indonesia – Pamengpeuk –Papandayan Oleh : Boim Akar Angin pagi berhembus dengan lembut. Membelai wajah yang masih lusuh, karena perjalanan panjang dari Jakarta. Kami sudah hampir sampai. Subuh baru saja lewat. Semburat keemasan perlahan membias diufuk timur. Terhalang bongkahan bukit yang berdiri kokoh. Kabut tipis menari nari berkejaran dengan burung-burung yang memulai peruntungan mengadu nasib ini hari. Kampung ini begitu tenang. Jalur perlintasan antara kota Garu yang sudah kami lewati beberapa waktu sebelum azan subuh berkumandang, dengan Pamungpeuk, sebuah kabupaten di sebelah selatan kota Garut. Semuanya nampak indah. Hijau membentang dengan sangat leluasa. Hembusan angin begitu bermakna disini. Beberapa mobil besar mengangkut hasil bumi yang akan dijual ke kota. Maksudnya Garut. Yah, mereka menyebutnya dengan kota saja. Karena keberadaan mereka yang jauh di pelosok. Mobil bus tiga pere...