photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...
weh matanyahh...
ReplyDeleteYakin ntu iquana?
ReplyDeleteemang matanya kenapa pan??
ReplyDeleteiya mbak...ada di depan studio...bunglon sama iguana..beda nggak seeh??
ReplyDeletebung Lon im, matanya kaya elu banget soalnya :))
ReplyDeleteemang mata gw kenapa phan?
ReplyDeletecuman lirak lirik doank kaya bunglon, jarang beraksi kwakakakakak.
ReplyDeleteini kamera musti dipinjem kayanya :p
ReplyDeleteheheh, Cummmmiiiiiiii---cuma minjem!!
ReplyDelete