Skip to main content

Lelaki : Edelweis Kering Di Lembah Abadi – Bagian 4 - Epilog

Kematian selalu datang dengan penuh misteri.

Ada yang sudah bertahun-tahun sakit, namun ternyata berumur panjang. Yang ingin bunuh diri, namun kematiannya tidak pernah datang. Malahan sampai sekarang sehat walafiat, seolah malaikat enggan benar mencabut nafas dari badannya. Ia memang dekat betul dengan kita. Meski dengan cara-cara yang tidak pernah benar-benar kita mengerti.

Namun, ada juga yang datang kepada orang yang sehat bugar. Tidak pernah sakit. Atau tidak pernah ingin mati datang kepada dia dengan segera. Dia berdoa, semoga dipanjangkan umur, tiap kali menghadap kepada Tuhannya, namun nyatanya, harus menemui Tuhan dalam usia sangat muda. Seperti kawanku itu. Yang gagal untuk selamat pada pendakiannya.

rasanya, seperti menelan racun yang manis
meski mematikan
namun masih nikmat dilidah

mengingat mati membuat batin bergetar
betapa dia menjadi dekat sedekatnya
seperti tak pernah mau lepas dari badan

dia menjauh ketika kita mendekat
dan merangkul ketika kita berlari menjauh

namun, siapa yang bisa menolak mati?
semua nafas akan dihentikan pada waktu
yang sangat presisi
tak ada ragu
tak ada tunda
semua pasti

bmkr10414

Comments

Popular posts from this blog

Lelaki : Menjadi

bicara engkau tentang gelisah yang dua tiga pekan ini membuncah saat malam sepi, tangismu pecah antara hujan dan petir yang turun tergesa-gesa sudah, bersabarlah, tenanglah .. lupakan semua hari kemarin kesini datang dalam dekapku kita mengembara meski hanya otak dan khayal bmkr/0413

Lelaki : Mempertanyakan Cinta

photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan

Sebuah Cerita Dari Garut Selatan Edisi Dari Pantai ke Pantai Dari susur pantai Nature Trekker Indonesia – Pamengpeuk –Papandayan Oleh : Boim Akar Angin pagi berhembus dengan lembut. Membelai wajah yang masih lusuh, karena perjalanan panjang dari Jakarta. Kami sudah hampir sampai. Subuh baru saja lewat. Semburat keemasan perlahan membias diufuk timur. Terhalang bongkahan bukit yang berdiri kokoh. Kabut tipis menari nari berkejaran dengan burung-burung yang memulai peruntungan mengadu nasib ini hari. Kampung ini begitu tenang. Jalur perlintasan antara kota Garu yang sudah kami lewati beberapa waktu sebelum azan subuh berkumandang, dengan Pamungpeuk, sebuah kabupaten di sebelah selatan kota Garut. Semuanya nampak indah. Hijau membentang dengan sangat leluasa. Hembusan angin begitu bermakna disini. Beberapa mobil besar mengangkut hasil bumi yang akan dijual ke kota. Maksudnya Garut. Yah, mereka menyebutnya dengan kota saja. Karena keberadaan mereka yang jauh di pelosok. Mobil bus tiga pere...