photo by @boimakar Yang masih jadi kepercayaan diri adalah, bahwa cinta itu hak dan kewajiban yang dilebur jadi satu. mereka melebur, seperti adonan yang diuleni ketika membuat kue. Yang satu, memberi rasa kepada yang lain, tanpa ada yang ingin menjadi lebih kuat. Selaras dan tidak saling menyakiti. Hak dan Kewajiban itu, selaras didalam tubuh cinta. Menjadi nafas dan darah, atau bahkan menjadi nyawa dan raga. Apakah akan serumit itu? Bisa saja jadi begitu. Bayangkan ketika cinta hanya menjadi hak saja. Kita menuntut habis-habisan tentang cinta. Menginginkan segalanya menjadi mudah untuk kita. Merasa tidak mau disakiti, dan menolak untuk dikhianati. Menuntuk untuk mendapatkan perhatian lebih dan selalu dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan perasaan nyaman dan senang. Berharap semuanya seperti peri yang tidak pernah tersakiti. Sementara, jika dia menjadi kewajiban saja, dia akan memberi tak putus-putus. Melayani tanpa kenal pamrih. Mengorbankan dirinya, meski harus hancur, kare...
Ini taon berapa ya ? jadul bgt :D
ReplyDeletetaon 97 ato 98 mas... lali aku .. hehe
ReplyDeleteini cijalu yg di purwakarta kah, Im?? wahh lo dah pernah ke sana di waktu jadul....cckkk....
ReplyDeletelakinye 6,ceweknya 6......kebetulan atauu??
ReplyDeletelove u both
ReplyDeleteiya.... hahha... taon 2002 gak jadul-jadul amat... :p
ReplyDeletelove u too my big bro... :)
ReplyDeletesebenernya yang di undang photo banyak.. tpi yang dateng cuma segitu bang... hahha... tp suwer yang pinggir kanan... susi ama cowok diatasnya, nikah... yang no 3 dari kanan, sama yang di belakang nya nikah juga.... jodoh, padahal waktu itu blm pacaran..
ReplyDelete