Skip to main content

Posts

Lelaki : Pulau Perak, Surga Tersembunyi Di Laut Jakarta

Pulau Perak, Surga Tersembunyi Di Laut Jakarta L aut memang bukan dunia saya. Selogan Nenek Moyangku orang Pelaut, hanya menjadi nyanyian kala gundah dating, atau saat iseng sudah tidak ada playlist yang harus dinyanyikan. Buat saya, ketakutan terhadap air banyak, seperti ketakutan saya dulu terhadap ular. Kini, ular sudah bukan menjadi persoalan lagi, sedikit-sedikit, sudah bisa dihilangkan dalam benak phobia saya. Tapi air, selautan, wah.. itu ancaman terbesar diotak saya. Membayangkan tubuh terhempas dalam kubangan besar bernama samudra, membuat saya bergidik. Meski saya menikmati betul film-film bawah laut. Membaca DiveMag setiap bulan dikantor, serta berteman dengan kawan-kawan diver, namun itu tidak menjadi jaminan saya bisa survive sendirian dilaut. Kalau disuruh memilih, biarkan saya menjadi dingin digunung, atau terhempas dibebatuan dengan debu-debu kemarau di pegunungan, ketimbang harus bersukaria dengan air asin yang melahap badan seperti mulut monster besar...

Lelaki : Menjadi Bijaksana

aku tidak akan lagi pernah menyangkal bahwa usia ku sudah tidak muda lagi. waktu telah membawa begitu banyak pengalaman yang tidak mungkin bisa targanti oleh apapun. pahit dan manis kehidupan, seperti butiran tasbih yang beruntun sambung menyambung tidak kenal putus. meskipun hanya berjumlah sembilan puluh sembilan, namun dia kembali lagi ke satu, kemudian dua, tiga dan seterusnya. tanpe pernah putus. perjalanan hidup, seperti sebuah perjalanan mendaki gunung. diawal, semua beban terasa berat betul. tidak ada satu pun beban yang terasa ringan. bahkan, sebuah sendok atau sejumput sayuran yang kita bawa, sudah merupakan beban yang membuat tulang belakang terasa semakin mengkerut. membuat dengkul terasa semakin susah bergerak. dan di pertengahan, semuanya akan berasa menjadi sesutu yang biasa. berat beban adalah sebuah keniscayaan yang memang seakan menjadi hal yang biasa. kita biasa membawa beban itu, dan tubuh menjadi terbiasa memikul beratnya. apalagi yang menjadi tidak biasa keti...

Let's Play with Night!

hari senja mentari menitip salam kepada malam lewat gerimis yang sembarang datang menangiskan kebisuan gunung-gunung bersama burung malam yang terbang rendah angin meniupkan belaiannya yang lembut membelai pribadi-pribadi kesepian membalutnya dengan sejuk dan damai dan matahari kian surup dibatas cakrawala menyisakan bekas jingga yang sendu mentari mengakhiri tugasnya hari ini memberikan anugerah dan rejeki lewat sinar yang jatuh rata ke bumi (bmkr/110113)

Lelaki : Irinya Aku Berhaji

Separuh agamamu ada di ibadah Haji. Begitulah senantiasa aku mendengar ucapan orang-orang tua pendahulu ku. Berhaji nampaknya selalu menarik buatku untuk menyimaknya. Kejadiannya, bermula ketika sebuah buku berjudul "Hajj" yang aku lupa siapa pengarangnya, raib di curi bersama dengan dicurinya tas ku, beberapa tahun yang lalu. Dalam buku setebal lebih da ri seratus halaman itu, dengan jelas di tuliskan risalah perjalanan haji dari hari ke hari. Nikmatnya ibdah di Masjidil Haram yang tekenal itu. Atau melawat dan berjiarah ke Makam Rasul di Madinah. Ibadah haji, memang disuratkan untuk orang-orang yang mampu. Baik secara finansial, mental dan juga tentu saja fisik dan kesehatan yang prima. Bayangkan saja, lebih dari 20 hari, orang Indonesia yang yang tebiasa hidup dalam lingkungan tropis harus berjibaku dengan panas nya tanah arab, atau bahkan dingin yang menusuk disana. Itu adalah jihad dunia yang sangat besar. Jihad menahan segala keluh kesah dan kesusahan selama menghadapi...

Lelaki : Menjadi Lelaki Sebenarnya

S ering betul, kita menyaksikan sederetan orang berbadan besar, memakai kaos ketat dengan lengan yang berotot dan bertampang sangar, hilir mudik disekitar kita. Mereka menjadi pusat perhatian karena badan bagus dan otot besar yang menyembul. Menjadi simbol kekuatan lalaki yang sering kali menjadi tendensi kekuatan dan penarik pesona kaum perempuan. Bahkan, lihat saja model-model di televisi, mempertontonkan body bagus yang menjadi kebanggaan. Ajang pemilihan model sebuah product susu pun, yang dikhususkan untuk para lelaki menjadi ikon dan penarik pasar yang handal. Kemudian, bagi orang-orang yang jeli memanfaatkan moment, ini adalah indikasi untuk membuat jaringan busines baru. Maka, berdirilah pusat-pusat kebugaran diseluruh penjuru tanah air. Bukan hanya di mall-mall yang bertarif jutaan rupiah, di ujung gang sempit dan buntu di suatu pemukiman kelas gang pun, bisa kita temui. Nampaknya, mempunyai badan bagus dengan otot-otot yang menyembul keluar menjadi mimpi banyak lelaki di duni...

Lelaki : Mendengarlah Lebih Banyak

Tidak ada satu penciptaan pun di dunia ini yang tidak terencana. Artinya, Tuhan Yang Maha Teliti, telah memperhitungkan setiap detail dalam penciptaan dunia ini. Apalagi yang menyangkut dengan manusia, si mahluk paling sempurna. Dibandingkan dengan binatang dan ciptaan lain, coba bayangkan apa ruginya menjadi manusia. Kalau jadi gajah, kita akan hidup di hutan saja dan di kebun binatang saja, itupun tergantung dari campur tangan manusia. Kalau jadi anjing, kita mengandalka n juga belas kasih manusia. Meski urusan hidup sudah diatur, namu n nyatanya, campur tangan manusia menjadi dominan dalam segala aspek. Namun mengertikah kita ketika ternyata telinga kita dua dan hanya ada satu mulut. Seyogyanya, dua lebih berguna dari satu. Dua telinga, seyogyanya kita lebih banyak mendengar dari pada bicara. Banyak sekali peringatan dalam pepatah-pepatah yang kita dengar tentang bahayanya berbicara banyak atau terlalu banyak. Mulut mu harimaumu. Sosok harimau masih menjadi momok menakutkan dalam ke...

Lelaki : Ketika Katak Telah Menjadi Lembu

Tidak ada seorang manusia pun di dunia ini, terlahir karena dia ingin miskin. Ingin lho yah, bukan karena memang harus miskin. Ada kalanya kemiskinan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa kita pungkiri, seperti kita tidak bisa menghindarkan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi atau gunung meletus. Pepatah katak hendak jadi lembu, sepertinya tidak terlalu salah pada masa sekarang ini. Dahulu, ketika jaman sekolah dasar, kita selalu dicekoki dengan cerita seekor katak yang dengan congkaknya ingin menyaingi si lembu. Katak yang bertubuh imut, kemudian menelan nafas banyak-banyak hanya untuk berambisi menjadi sebesar lembu. Tapi itu jaman dulu, ketika belum ada istilah operasi pelastik atau pinjaman tanpa agunan dari bank. Kini, ceritanya sudah berbeda sama sekali. Nyaris seratus delapan puluh derajat perbedaannya. Kenyataan yang terjadi sekarang, betapa kita liat banyak sekali katak yang telah jadi lembu. Kalau kita ibaratkan mereka adalah orang-orang yang secara finansial tidak m...

Lelaki dan Hasrat Hidup Bahagia

H idup bahagia, pastilah menjadi impian setiap orang. Meski kebahagian itu selalu identik dengan uang, harta kekayaan dan pekerjaan mapan. Setidaknya, banyak stigma manusia terkungkung kepada pendapat serupa itu. Absurd betul, ketika semuanya menjadi barometer. Karena, bisa saja si "miskin" lebih bahagia dari pada si "kaya". Bagaimana indikasinya? Kenapa ada pikiran semacam itu, tiba-tiba muncul. Apa lebih kepada penghiburan hati Lelaki saja? Lelaki, pernah berfikir untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Bekerja tanpa kenal lelah, hantam kanan dan kiri tanpa peduli apa ada orang-orang tersakiti. Hajar saja. Selama ada rupiah mengalir kedalam dompet, kenapa harus memperdulikan orang lain. Yang dilihat masyarakat banyak itu kan, kalau Lelaki sudah punya motor baru, sudah pakai handphone merek paling populer, melihat Lelaki tiap hari jajan di warung nya pak RT yang menjual aneka rupa makanan lauk untuk makan, atau membelikan ponakan-ponakan hadiah-hadiah karena n...

Memburu Kopi Toraja

Desa Indah yang Menawan Memburu Kopi Toraja Daratan Sulawesi sudah bukan rahasia lagi, memang menjadi tujuan petualangan yang mengasikkan. Ada Takabone Rate, Lore Lindu, Bunaken, Wakatobi, Bogani Nani Wartabone, dan Rawa Aopa Watuhohai. Jadi sudah pasti, suguhan pengalaman baru dan petualangan kelas satu bisa kita dapatkan dengan lengkap disana. Beberapa gunung juga sangat popular dikalangan para pendaki. Sebut saja, Bawakaraeng dan Latimojong. Siapa yang tidak tahu? Namun, ada satu kekayaan alam yang banyak dilupakan orang di Sulawsi. Yah, Kopi. Selebes, khususnya Tana Toraja, terkenal sekali dengan kopinya. Coba saja masuk kedalam café-café di Jakarta yang menjual kopi. Mestilah kita menemui menu Kopi Toraja atau Kalosi Toraja.. Rasanya nikmat. Dan harganya lumayan mahal. Berkisar antara dua puluh lima ribu sampai ada yang membandrol empat puluh ribu rupiah secangkir. Fantastis bukan? Namun tahukah kawan, bagaimana kopi toraja itu dibuat sehingga rasanya serta harganya bisa f...

Sunda Kelapa & Batavia

Selamat datang senja selamat datang di sunda kelapa

Lebaran - Malam Kemenangan

Kala takbir berkumandang mengagungkan asma Tuhan, masih ada sebagian orang yang harus bekerja. Demi Negara, Demi keluarga, Demi Hari lebaran yang banyak menghabiskan uang.

Lebaran - One Day Before

Satu hari menjelang lebaran, saya menyempatkan untuk berjalan-jalan ke pasar dan jalanan. Sibuk sekali masa itu. Dijalan, rombongan pemudik memenuhi jalanan, dipasar, orang berbelanja keperluan dapur, makanan, sampai perhiasan. Ada yang masih bekerja, meskipun besok sudah lebaran. Geliat kehidupan seperti tidak pernah berhenti. Rejeki mengalir lebih deras dari pada peluh yang mengalir dihimpit lalu lalang pasar.

Lebaran - Ziarah Makam

Di Kampung saya, hari kedua lebaran itu dipakai untuk ziarah kubur. Bukan pda hari setelah sholat Ied, karena pada hari itu, kita menziarahi yang masih hidup. Silaturahim ke tetangga, sanak saudara, dan handai taulan. Semua orang, satu desa, berbondong datang ke pemakaman umum desa. Beberapa sempat saya rekam dalam kamera

Photo Album 2009-09-29

Nelayan

Iseng ikutan mancing sama temen-temen... eh bukan deng.. di tipu... katanya mo maen, ga tahunya diajak panas-panasan... walhasil, gak konsen, gak bisa maen poker, gak biasa mancing.... huh! panas....!!